BerQurban di Idul Qurban


berqurban-di-idul-qurban1Salah seorang temanku bertanya mengenai qurban, siapa saja yang wajib berqurban, dan bagaimana syarat syahnya berqurban. Aduh, karena aku bukan ustad, jadinya ya ngga begitu paham masalah itu. Dulu memang sih aku pernah pesantren selama tiga tahun, sekalian pas aku sekolah di salah satu MAN di Cirebon, tapi suer aku udah lupa banget sepertinya. Lagian dulu pas pesantren aku lebih banyak mempelajari ilmu alat (nahwu dan sharaf), bukan masalah fiqh (Hihi, biasa lah bela diri, orang aku pesantrennya ga tamat, haha). Tapi karena ini temenku yang nanya, aku usahain jawab. Tentu saja setelah aku buka referensi dan nanya ke Om G, alias search engine-nya google… hehe.

Jadi gini (cie..laga jadi guru neh), sebenarnya berqurban itu salah satu bentuk ibadah sosial yang unik. ya sama dengan shadaqoh, infak atau pun zakat gitu. Karena disamping berharap bisa dekat sama Allah, kita juga berkesempatan bisa dekat dengan lingkungan sosial kita. Daging qurban yang kita bagikan pas qurban, itu kan sangat bermanfaat bagi fakir-miskin yang mungkin saja jarang makan daging. Artinya di sini ada perbaikan gizi hewani bagi mereka. Kalau zakat fitrah mah yang dibagikan itu makanan pokok (banyak karbohidrat), sedangkan qurban banyakin protein hewaninya….

Dengan berqurban sosialisasi ke masyarakat jadi lancar dan lebih dekat. Bagi orang yang selalu sibuk oleh aktivitas kerja sehari-hari, tentu sangat jarang berinteraksi dengan tetangga apalagi dengan orang-orang yang notabene berada di level marginal, nah qurban bisa jadi sarana kita untuk lebih merapat dengan wong cilik. Kecemburuan dan kesenjangan sosial pun bisa diminimalisir lah pokoknya…

tapi inti dari qurban itu sebenarnya bukan begitu. Itu hanya dampak dari qurban yang bernilai sosial. Yang penting adalah pendekatan kita kepada Allah, sesuai arti kata qurban (qarib dalam bahasa Indonesianya kan artinya dekat). Dan Allah sendiri hanya menerima ketulusan dan ketakwaan kita, sesuai firman-NYa di surat Al-Hajj ayat 37, “Bukan daging dan bukan pula darah hewan kurban yang diterima Allah, tetapi takwa dari kamu“.

Jadi, ya kalau kita berqurban jangan berharap pujian dari orang atau mengahapkan balasan apapun dari orang yang kita beri, ntar malah hilang pahala qurbannya, nyesel deh. karena itu bisa jadi riya. Kita ikhlaskan saja semua karena Allah, kaya kata Bang Dedi Mizwar di Film Kiamat Sudah Dekat gitu, ikhlas-ikhlas-ikhlas. Kalau sudah ikhlas mah jadi kebawaannya enak. Mau ada orang yang dengki dengan qurban kita pun itu semua ga masalah. Kan kita serahkan semuanya pada Allah. , Dianggap soklah atau pamerlah oleh tetangga, atau mungkin orang yang diberi qurban punya sifat negatif kepada kita…. Enjoy Aja maass….(LA kalie, hehe).

Berqurban sendiri hukumnya sangat dianjurkan bagi yang memiliki kelapangan harta, tapi ini berbeda dengan zakat yang ada nisab dan haulnya. Kalau zakat ada ukurannya, siapa saja yang wajib mengeluarkan zakat dan siapa yang belum wajib mengeluarkannya. Kalau qurban mah sama kaya shadaqah atau infaq. Ini masalah keinginan dari pribadi seseorang. Andai dirasa kebutuhan pokok kita sudah terpenuhi, dan memiliki kelebihan harta maka sangat dianjurkan untuk berqurban. Malah ada hadits sahih yang rada ngancam gitu yang artinya “Hadits dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa memiliki kelonggaran (harta) dan tidak berkurban maka jangan mendekati mushalla kami” diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad. Tuh kan,,, asa tidak diaku ummat Nabi SAW, kalau kita punya kelapangan harta tapi tidak berqurban… mau ke musholla mana coba….?

Aah, mengenai hewan yang boleh untuk qurban.

Tidak semua hewan boleh dijadikan sebagai hewan qurban. Ayam, unggas, gajah, kuda, kijang apalagi ikan laut (hehe) aah itu ga boleh. Yang boleh dijadikan hewan qurban adalah kambing, kerbau, sapi dan unta. itupun dari masing-masing hewan qurban ada syarat-syaratnya. Tidak boleh hewan qurban memiliki cela, seperti hilang sebelah matanya, lagi sakit kronis, kakinya pincang, atau kena busung lapar alias kurus pisan. Hewan qurban harus yang baik. Kan namanya juga perbaikan gizi buat mereka yang jarang tercukupi gizinya. Masa dikasih yang penyakitan apalagi yang glonggongan. Aduuuuh jangan deh. Disamping ga sah qurbannya, bisa berurusan dengan Bada POM nooooh..
Naah..mengenai syarat umur hewan qurban niiiih, liat aja:
* Unta : 5 tahun penuh.
* Sapi/kerbau : 2 tahun penuh.
* Kambing : 1 tahun penuh.
Sedangkan kadarnya :
* Unta dan Sapi atau kerbau itu bisa untuk 7 orang.
* Kambing hanya untuk 1 orang.

Kalau di kampungku tuh emang kampung banget…(hehe). ngga, maksudnya gini, biasanya di kampungku tuh orang yang berqurban pasti paling enak pesta nyatenya (tuh daging qurban bisa ga abis ampe seminggu)… palagi kalau dibikin dendeng…. wah bisa berminggu-minggu deh…. sah – sah aja seh. asal ngikutin anjuran Nabi Saw. masa daging qurban dimakan sendiri, kalau gitu napa ngga sekalian aja bikin pesta kambing guling….weeeek….
Menurut Nabi, yang berqurban boleh menyimpan daging qurban tidak lebih dari sepertiganya, sepertiganya lagi buat tetangga kerabatnya, sepertiganya lagi buat fakir miskin yang membutuhkan. Nah, jasa bagi yang nyembelih itu diambil dari bagian sepertiga yang berqurban….

Neeh baca aja…. hadits-hadits Nabi mengenai hukum daging qurban.
Dan hendaknya diberikan kepada keluarganya sepertiga, tetangganya yang miskin sepertiga dan dishodaqohkan kepada yang meminta sepertiga “ (HR. Hafidz Abu Musa) .
Barang siapa menjual kulit qurban maka tidaklah sah qurbannya.“ (HR.Hakim dan Baihaqi).
Berkata Ali bin Abi Tholib : Aku diperintahkan Rasulullah saw untuk mengurus qurbannya dan membagi kulitnya… dan aku dilarang untuk memberi penyembelih sebagian darinya sebagai upah“, beliau melanjutkan : “kami memberinya dari bagian kami “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, itu deh pembahasan mengenai qurban. Kurang dan khilafnya aku mohon maaf. Orang bukan ustadz ko (hehe)…. jadi maklum aja ya…. Bagi yang nanya, mudah-mudahan bermanfaat. Cepetan kamu qurban….!! Pegawai Bank mah, pastinya punya kelapangan harta….

Untuk semua, Met ‘Idul Qurban. Mohon Maaf LAhir Batin…… Moga kita semua, makin dekat, baik hablumminallah-nya, maupun hablumminannaas-nya… Aaamieen..

Met idul Adha….

2 Komentar

  1. ok bang terima kasih penjelasanya.ini mau nanya seperti disebutkan diatas kalo 1 kambing 1 khurban,yg saya tanyakan kalo 1 kk(kepala klg)apa harus 2 kambing ,karena istri saya juga bekerja atau kata lain dapat rizki sendiri

    • Qurban itu sangat dianjurkan bg yg lapang harta.
      Mas Antoni dan istri mas, bisa masing berqurban dn diniatkan utk masing-masing… itu sangat dianjurkan..
      satu kambing diniatkan untuk satu orang. sama halny dengan ibadah lain, sperti wudlu. tidak mungkin untuk membasuh muka oleh si A, kemudian untuk mebasuh tangan dan kaki oleh si B kemudian si C…
      itu yang aq pahami… terima kasih, mas
      skian. wallahu ‘alam..,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.