Renungan Hari Ulang Tahun


Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia-siakannya,
sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia-siakannya

Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita, Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat, Janganlah sia-siakan nafas kita, jangan sia-siakan waktu kita, Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita. Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia menghabiskan waktu, yang tiada lama. Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar. Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba.

Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi

Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat selama ini berupa perbuatan perbuatan yang Engkau larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Engkau tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Engkaupun telah menyayangi hamba setelah Engkaupun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Engkau menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Engkau. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Engkau, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.

Dan apa yang telah hamba kerjakan selama ini adalah berupa perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau terima amalan hamba dan jangan hendaknya Engkau putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.

Wahai Tuhanku, Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugerah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun kedepan usiaku. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.

Amiin ya robbal ‘alamiin.

(sebuah renungan dari deltapapa)

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.