Pokoknya Mah “In Spite Of…”


400_f_4811867_souywokfylbyyyd5iyy2edk7azahpxni

Pernahkah kita mengeluh dengan keterbatasan yang kita miliki? Kalau aku sih pernah… bahkan boleh dibilang sering. Sering banget malah. “duh kenapa seh, aku ga dikasih kekayaan kaya si Anu? Kalau aqu punya duit banyak, aq kan bisa nerusin kuliah S2 dan S3”, “Aduh…, kalau tinggi badanku di atas 170 cm mungkin aku sudah masuk sebuah BUMN bonafid”
Gitu deh… kayaknya ada aja yang harus dikambinghitamkan untuk membuat beribu keluhan. Padahal sepertinya tak ada cacat dalam tubuh dan mentalku. Bukankah itu lebih dari cukup….?
Nah… bagi yang suka mengeluh dengan keterbatasan yang dimiliki, coba deh bandingkan dengan orang-orang yang sukses di bawah ni….

Di Mexico nih katanya ada sebuah patung yang sangat indah dan diberi nama yang agak aneh, namanya “In Spite Of...” artinya “Meskipun…(meskipun titik titk titik ^_^)”. Nama ini tidaklah sesuai dengan bentuk dari patung tersebut. Nama in spite of diberikan masyarakat sana untuk menghormati si pemahat…

Pada saat proses pembuatan patung dan masih setengah jadi, si pemahat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap pada tangan kanannya sehingga ia tidak bisa lagi menggunakan tangan kanannya untuk memahat dan menyelesaikan patung yang baru setengah jadi itu secara permanen.
Namun tekad dari si pemahat untuk menyelesaikan patung itu sangat besar. Dia terus melatih tangan kirinya untuk bisa memahat. Biar bisa semahir tangan kanannya. Dan akhirnya, ia pun mampu menyelesaikan patung itu sesempurna bila ia menggunakan tangan kanannya. Oleh karena itu masyarakat setempat memberi nama patung itu “In Spite Of…”, “Meskipun…” untuk menghargai tekad yang luar biasa dari si pemahat.

Ya….gitu.meskipun tidak lagi memiliki tangan kananya ia mampu membuat sebuah patung yang indah.

Meskipun buta, Stevie Wonder adalah pemusik yang melantunkan lagu “I Just Call To Say I Love You.

Meskipun tuli, Beethoven menjadi penggubah musik yang luar biasa.

Meskipun rhematik kronis menyerang tangannya, Renoir terus berkarya sebagai seorang pelukis.

Meskipun kehilangan fungsi tangan kanannya, si pemahat tetap menyelesaikan patungnya.

Soo…, ?

Kumaha atuh dengan kita? Apakah akan patah arang dengan hambatan yang dimiliki? Dengan keterbatasan yang dipunya…? Dengan hal-hal yang menghadapkan kita pada tembok besar yang membuat kita pesimis? Padahal mah kita memiliki segalanya daripada orang-orang di atas…

Jadii…

Meskipun buta, tuli, lumpuh, cacat, tua, berpenyakit tulang, sakit-sakitan, miskin, muda, sibuk, tak ada waktu, berpendidikan rendah, tidak sekolah, drop-out, gemuk, kurus, tidak cantik, yatim-piatu dst. Setiap orang tetaplah memiliki kesempatan untuk mengatasi kesulitannya dan berprestasi, meraih kemenangan, meraih sukses serta meraih apa saja yang menjadi keinginannya.

Believe
Believe
Believe That we Have……..!!!!

seven-secrets-of-success-01

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s