Jejak Antasari Azhar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Antasari AzharAntasari lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 18 Maret 1953. Anak ke-4 dari 15 bersaudara dari pasangan H. Azhar Hamid, S.H. dan Hj. Asnani (alm) ini pernah menjabat sebagai kepala kantor pajak di Bangka Belitung dan pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Saat ini ia dikenal sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2007, sebelum akhirnya ia menjadi tersangka atas kasus pembunuhan pimpinan PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Ketika ia menjabat sebagai ketau KPK, sejumlah kalangan terutama aktivis anti korupsi sempat menentang pencalonan Antasari karena menganggap dia sebagai sosok yang memiliki catatan kurang bersih. Mereka antara lain menuduh Antasari terlibat kesepakatan menyelamatkan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan tidak melakukan eksekusi atas anggota DPRD Sumatera Barat yang sudah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi. Mereka juga meragukan kapasitas Antasari yang dituding beberapa pihak memperlambat kasus Tommy Soeharto.

Terlepas dari tudingan-tudingan itu, Antasari Azhar telah melakukan banyak hal di KPK yang membuat banyak pejabat korup dan konglomerat merasa ketar-ketir. Inilah jejak seorang Antasari di KPK.

  1. Perkara proyek pengadaan mobil kebakaran di Provinsi Jawa Barat, Bali, Riau, Bengkulu, Sumatera Utara (Medan) dan Sulawesi Selatan (Makassar)
  2. Perkara proyek pengadaan pemadam kebakaran di Provinsi Kalimantan Timur APBD 2003 dan 2005
  3. Perkara penyalahgunaan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) di Kabupaten Pelalawan, Riau, yang melibatkan bupati setempat, Tengku Azmun Jaafar
  4. Perkara aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Bank Indonesia Rp 100 miliar ke mantan petinggi Bank Indonesia dan anggota DPR. Kasus itu melibatkan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Hamka Yandhu (anggota DPR), Antony Zeidra Abidin (anggota DPR) dan petinggi Bank Indonesia lainnya. Dalam kasus itu Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor, akhirnya menjatuhkan vonis lima tahun penjara atas mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abddullah. Sementara itu dua pejabat Bank Indonesia lain, Oey Hoey Tiong dan Rusli Simandjuntak, diganjar masing-masing 4 tahun penjara. Adapun 4 pejabat BI lainnya masih menjalani sidang yaitu Aulia Pohan, Maman H. Somantri, Aslim Tadjuddin, dan Bunbunan Hutapea.
  5. Kasus suap permohonan alih fungsi hutan di Sumatera Selatan (Tanjung Api Api) yang melibatkan anggota DPR Sarjan Tahir, Yusuf  Erwin Faishal dan Al Amin Nasution.
  6. Kasus suap Rp 6 miliar terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan yang dilakukan Arthalyta Suryani terkait penyelidikan kasus BLBI di Kejaksaan Agung, yang kemudian juga menyeret besan SBY, Aulia Pohan.
  7. Perkara korupsi dana APBD Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, yang melibatkan Bupati Syaukani HR dan Bupati Minahasa Utara Vonnie Panambunan
  8. Kasus suap Rp 2 miliar terhadap anggota DPR Al Amin Nasution terkait alih fungsi hutan di Kabupaten Bintan. Suap diberikan oleh Sekda Bintan Azirwan.
  9. Kasus suap di jajaran Ditjen Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta.
  10. Kasus suap proyek pengadaan kapal patroli di Dirjen Perhubungan Laut, melibatkan Bulyan Royan, anggota DPR.
  11. Kasus suap anggota DPR Hadi Djamal Rp 1 miliar dalam penambahan dana stimulus untuk proyek infrastruktur pelabuhan di Indonesia Timur
  12. Pada Februari 2009, Antasari mengajak partai politik peserta pemilu 2009 untuk menandatangani deklarasi anti korupsi. Saat menandatangani deklarasi tersebut, Antasari Azhar mengatakan, KPK tidak punya kewenangan untuk melakukan penyidikan terhadap dana parpol, kecuali dana kampanye yang digunakan adalah uang negara. Maka KPK akan bertindak

Jejak-jejak Antasari di atas membuat ia makin disegani dan ditakuti banyak pihak. Para pejabat korup tentu melihat Antasari tak ubahnya melihat iblis yang menakutkan yang setiap saat bisa saja menjebloskannya ke dalam prodeo. Tinggal menunggu waktu.

Antasari dan RaniKini, setelah pada tanggal 4 Mei 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan sementara jabatannya sebagai ketua KPK, Antasari menjadi terkibiri. Kasus pembunuhan yang disebut-sebut dilatarbelakangi kisah ‘cinta terlarang’ antara Antasari, Rani Juliani, dan Nasrudin Zulkarnaen, membuat nama Antasari berbalik 180 derajat. Walhasil, karir Antasari sebagai ‘macan’ korupsi pun bak lenyap. Garangnya kini hanya menyisa cemoohan.

Tapi benarkah kasus itu hanya bermotif asmara? Rasanya terlalu sederhana. Atau mungkin ada rencana besar di balik drama cinta tragis itu?

Kita lihat saja hasil dari penyidikan dan pengadilan nanti. Mudah-mudahan kepolisian bertindak sesuai fakta.

4 Komentar

  1. Sungguh sayang kinerja yang luar biasa dari beliau… dihempaskan begitu saja !!
    Kalau diingat Islam mengajarkan hal yang sangat berbeda, seumpama “perilaku Umar bin Khatab sebelum masuk Islam, tapi umat islam justru memilih beliau menjadi Khalifah tampa melihat latar belakangnya”… sebaliknya di Indonesia latar belakang yang remeh seperti kasus beliau justru dikorek-korek demi kepentingan sesaat, Astaghfirullah…

    Wassalam, Haniifa.

    • ya..,
      di Indonesia terlalu banyak yg haus jbatan…
      apapun ditempuh demi kekuasaan…
      smg yg demikian itu lekas berakhir..
      Amien..

  2. CINTA BIRAHI ANTASARI

    Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cinta segitiga.

    Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!

    Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.

    Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.

    Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.

    Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.

    Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula

    Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.

    Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!

  3. @Redaksi
    Tapi semuah baru katanyah khan ?! , bagaimana kalau salah satu “kisah cinta” ternyata ada yang tidak benar… berarti anda turut andil menyebarkan fitnah bukan ?!

    Biarlah pengadilan teringgi di akherat yang menentukan, bukankah Allah adalah Hakim seadil-adilnya ?!

    Wassalam, Haniifa.


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s