Tip Mengatasi Global Warming dari Kendaraan Kita

Global Warming, semua pada tahu kan? Makhluk yang satu ini sudah menghantui dunia abad-21 akhir-akhir ini. Semua orang bisa merasakan efeknya yang dahsyat. Banjir, karena intensitas hujan yang tinggi, suhu bumi yang meningkat karena lapisan ozon yang menipis. Dan lain-lain, menjadikan makhluk di seantero bumi ini kalang kabut. Film 2012 besutan Hollywood pun bisa dibilang menunjukkan kepanikan warga bumi atas global warming alias pemanasan global ini.
Yuk, ikut berperan menanggulangi global warming demi bumi kita, dan kita sendiri. Inilah langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi global warming dimulai dari kendaraan kita:

  1. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat! Sebab berlibur akan sangat meningkatkan jejak karbon Kita. Terutama jika dilakukan dengan menggunakan pesawat. Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.Pesawat terbang merupakan penyumbang gas rumah kaca yang lebih signiikan daripada mobil atau kendaraan darat lainnya.
  2. Kurangi perjalanan bisnis Kita. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomunikasi via internet. Ditambah lagi dengan makin murahnya biaya internet, Kita akan menghemat banyak pengeluaran perjalanan Kita, dan tentunya mengurangi jejak karbon Kita secara signiikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuhkan tkita tangan Kita atau yang benar-benar membutuhkan kehadiran Kita.
  3. Gunakan handuk hotel Kita lebih dari satu hari. Kita akan menghemat salah satu seumber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Kita menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.
  4. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Kita, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Kita, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Kita bisa memulainya, dan menjadikan sebagai bisnis Kita.
  5. Kecil itu indah dan hemat. Jika Kita tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atau mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bahkan hidrogen, tergantung dari kemampuan Kita masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Kita tidak bekerja dipertambangan atau perkebunan. Gunakan kendaraan hibrida bila Kita mampu membelinya.
  6. Ganti bahan bakar Kita! Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Kita bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.
  7. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Kita. Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Kita pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar Kita.
  8. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama Kita maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Kita hanya memerlukan
    kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk beberapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan ataupun bahan bakar harian Kita akan sangat terasa.
  9. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Kita atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca ilm yang baik atau penghalang matahari yang banyak dijual di toko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Kita ditempat yang rindang.
  10. Berbagilah! Carilah rekan kerja, teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Kita. Kita bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
  11. Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendadak. Hindarkan mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500-3000 rpm, beberapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.

Lihat pula tip-tip berikut untuk mengatasi global warming sesuai poinnya…!

– Tip Mengatasi Global Warming dari Makanan dan Minuman
– Tip Mengatasi Global Warming, Lakukan dari Hal-hal Kecil
– Tip Mengatasi Global Warming dalam Rumah Kita
– Tip Mengatasi Global Warming dalam Lingkungan Pekerjaan
– Tip Mengatasi Global Warming dari Barang-barang Elektronik
– Tip Mengatasi Global Warming dari Alat Kebersihan
Iklan

Tip Mengatasi Global Warming dari Makanan dan Minuman Kita

Global Warming, semua pada tahu kan? Makhluk yang satu ini sudah menghantui dunia abad-21 akhir-akhir ini. Semua orang bisa merasakan efeknya yang dahsyat. Banjir, karena intensitas hujan yang tinggi, suhu bumi yang meningkat karena lapisan ozon yang menipis. Dan lain-lain, menjadikan makhluk di seantero bumi ini kalang kabut. Film 2012 besutan Hollywood pun bisa dibilang menunjukkan kepanikan warga bumi atas global warming alias pemanasan global ini.

Yuk, ikut berperan menanggulangi global warming demi bumi kita, dan kita sendiri. Inilah langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi global warming dalam hal makanan dan minuman:

  1. Kurangi konsumsi daging. Bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Kita akan menjadi lebih sehat dan pengasih.
  2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.
  3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.
  4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Kita bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.
  5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Kita untuk berbagi saat membelinya.
  6. Matikan oven Kita beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.
  7. Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Kita.
  8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Kita, dengan demikian Kita mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.
  9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Kita terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.
  10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Kita. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Kita.
  11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan ataupun dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dan lain-lain. Tergantung kesempatan dan kemampuan Kita masing-masing.

Baca juga tip-tip lain untuk mengatasi global warming:

– Tip Mengatasi Global Warming dari Hal-hal yang Kecil
– Tip Mengatasi Global Warming dari Rumah
– Tip Mengatasi Global Warming dalam Pekerjaan
– Tip Mengatasi Global Warming dalam Kendaraan
– Tip Mengatasi Global Warming dari Barang-barang Elektronik
– Tip Mengatasi Global Warming dari Alat Kebersihan

Waspadai Flu Babi

Tentang flu babi ini sengaja aku posting. Soalnya pada saat membuat tulisan ini aku sedang demam dan batuk-batuk. Aku melihat di TV, di Meksiko sana sekitar 60 orang meninggal dan lebih dari 1000 orang telah terjangkit yang diduga disebabkan oleh flu babi. (Wuiih virus baru kayaknya…)

flu-babiSo, sekadar waspada, aku coba searching topik-topik yang ngebahas masalah flu babi. Dan benar saja, aku temukan ternyata penyakit ini memang disebabkan oleh virus baru. Para pakar menyatakan virus ini adalah jenis baru virus influenza A/H1N1 dan merupakan pencampuran virus flu burung, flu manusia dan flu babi. Detailnya sih masih dalam penelitian. Rencananya para pakar dari WHO akan berkunjung ke Meksiko, Sekarang direktur jenderal WHO, Margareth Chan dan para staff lembaga PBB sedang mempertimbangkan keputusan tentang langkah-langkah yang akan diambil.

Di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus yang diduga flu babi. Namun menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan (Depkes) Prof Tjandra Yoga Aditama kita tetap harus waspada. “Sore ini Dirjen P2PL rapat mengumpulkan seluruh KKP se-Indonesia untuk meningkatkan alertness (kewaspadaan)” ujarnya, seperti yang dilansir detiknews.com

Duuh, ya Allah tenyata makin hari, makin banyak penyakit yang muncul. Flu burung yang pernah membuat ketakutan masyarakat dunia belum usai, flu singapura yang juga masih rame diperbincangkan, dan antraks. Eh… sekarang flu babi hadir yang katanya berpotensi menjadi pandemi.

Mungkin ada yang ingat, dulu pernah terjadi pandemi flu, namanya flu hongkong terjadi pada tahun 1968. flu itu ternyata telah menewaskan sekitar 1 juta orang di seluruh dunia.

It’s so horrified…right?

Mudah-mudahan aja yang ini nggak….

Amien….

Berita Terkait:

Meksiko coba atasi wabah flu babi

WHO : Virus Flu Babi Mungkin Jadi Pandemi