Warisan Humor-humor Gus Dur

Kalau ditanya siapa tokoh nasional yang sering bikin lelucon, tentu kita teringat dengan K.H. Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal dengan Gus Dur. Kini beliau telah wafat, namun jejak-jejak Gus Dur mampu mewarnai kehidupan bangsa Indonesia, termasuk lelucon-leluconnya.

Inilah diantara lelucon-lelucon yang pernah ia buat.

Doa Mimpi Matematika

Jauh sebelum menjadi Presiden, Gus Dur dikenal sebagai penulis yang cukup produktif. Hampir tiap pekan tulisannya muncul di koran atau majalah. Tema tulisannya pun beragam, dari soal politik, sosial, sastra, dan tentu saja agama.

Pernah dia mengangkat soal puisi yang ditulis oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun yang dimuat majalah Zaman. Kata Gus Dur, anak-anak itu ternyata lebih jujur dalam mengungkapkan keinginannya. Enggak percaya? Baca saja puisi yang dibuat oleh Zul Irwan ini:

Tuhan …
berikan aku mimpi malam ini
tentang matematika
yang diujikan besok pagi

Tiga Polisi Jujur
Gus Dur sering terang-terangan ketika mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi.

Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri).”

Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum.

189 Gaya Bersetubuh
Ketika semua pihak berteriak “Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena nggak sesuai dengan syariat Islam,” Gus Dur justru kurang sependapat. Gus Dur berusaha mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno tersebut.

Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian daripada kata porno.

“Anda tahu, kita Raudlatul Mu’aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, ha … ha … ha. Kalau gitu, kitab itu cabul dong?”

Guyon dengan Fidel Castro
Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.

Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

Iklan

Ya Emang Lucu

******KUE TART ULANG TAHUN****

Seorang lelaki pergi ke sebuah toko kue dan memesan kue tart untuk pesta ulang tahun isterinya.

“Apa yang hendak ditulis pada tart ulang tahun ini, pak?” tanya si gadis manis yang melayani kepada lelaki itu.

“Mmmm, tulis saja “Sayang, kamu tidak bertambah tua” di bagian atas, kemudian sambung dengan “Sayang, kamu cuma bertambah cantik” di bagian bawah,” kata lelaki itu.

Esoknya, lelaki itu datang mengambil tartnya dan terus membawa pulang ke rumah untuk dipersembahkan kepada isterinya yang tersayang di hadapan tamu-tamu yang lain.

Dan ketika tart itu dibuka di depan isteri dan tetamu undangan yang lain, lelaki itu hampir pingsan ketika membaca tulisan yang tertera di tart itu:

“SAYANG KAMU TIDAK BERTAMBAH TUA DI BAGIAN ATAS. SAYANG KAMU CUMA BERTAMBAH CANTIK DI BAGIAN BAWAH.”

******KISAH PENGEMIS DAN PELAJAR UNIVERSITAS*****

Seorang mahasiswa sedang asyik berbicara dengan seorang pengemis tua di depan kampus ITB.

Mahasiswa : “Sudah lama mengemis di sini Pak?”

Pengemis : “Ya… lebih kurang sudah 8 tahun , nak

Mahasiswa : Wah, sudah lama juga ya Pak… sehari biasanya dapat berapa Pak?”

Pengemis : “Paling sedikit Rp.40.000 nak …”

Mahasiswa : Banyak juga ya Pak Tua

Pengemis : “Bolehlah nak, untuk keluarga…”

Mahasiswa : “Ehhhh…keluarga ada di mana?”

Pengemis : “Anak Bapak semuanya ada 3 orang, yang pertama ada di UNPAD Dipati Ukur, yang kedua ada di UNPAD Jatinangor dan yang ketiga di IPDN Jatinangor”

Mahasiswa : “Subhanallah, hebat-hebat keluarga Bapak ni… Eh..Anak Bapak tu semuanya masih kuliah?”

Pengemis : “Oh tidak….semuanya mengemis seperti Bapak…”