Bahagia Dengan Ikhlas

Kerja keras. Banting tulang. Hiruk pikuk yang dilakukan orang. Bahkan 24 jam. Tiada Henti. Apa yang dicari? Hartakah, Tahtakah?

Faktanya, ada satu hal yang dicari manusia di dunia yaitu kebahagiaan. Ya, kita semua mencari kebahagiaan. Rasakan saja, bahkan jika kita mampu menggenggam isi seluruh dunia, kekayaan, kekuasaan atau yang lain tapi tanpa kebahagiaan, seakan kita tidak memiliki apa-apa. Hidup serasa hampa.

Sudah berapa banyak sih konglomerat kaya raya, pejabat sang penguasa, selebriti popular namun mati tragis dengan menghabisi nyawanya sendiri. Apa yang kurang?

Kalo aku boleh petik lagunya Letto Lubang Di Hati

“Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati

Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti”

Ya, kebahagiaan adalah yang sebenarnya kita cari. Kebahagiaan hakiki, sejati yang tak tergoyahkan. Bukan sekadar kesenangan atau kenyamanan-kenyamanan hidup semata.

Lantas di mana kebahagiaan itu? Bisakah kita mencapainya?

Kebahagiaan adalah subjek primordial. Itulah sebagian yang diulas dalam buku Quntum Ikhlas yang dituils Erbe Sentanu. Kebahagiaan itu merupakan sifat dasar-alamiah atau fitrah manusia dan karena itu sewajarnya bisa—dengan mudah—kita raih. Karena ia fitra manusia.

Kuncinya ikhlas….

Sikap ikhlas sangat diperlukan dalam hidup ini untuk mencapai kebahagiaan. Sebagian orang menafsirkan ikhlas secara salah. Komponen ikhlas yang terdiri dari sikap syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia, justru dianggap sikap yang lemah. Mereka khawatir sikap ikhlas akan membuat mereka kurang dihargai orang, tidak tercukupi secara materi, atau tidak tercapainya tujuan hidup karena tidak adanya ambisi.

Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dalam kondisi ikhlas—yang sekarang telah dibuktikan secara ilmiah—manusia justru akan menjadi sangat kuat, cerdas dan bijaksana. Kita jadi bisa berpikir lebih jernih, mampu menjalani hidup dengan lebih efektif dan produktif untuk mencapai tujuan. Bahkan hubungan kita dengan siapa pun akan terjalin semakin menyenangkan.

Perhatikanlah…..!!!

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman
Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati,
Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya,
Sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat.

Renungkanlah….!!!

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Dengan Ikhlas

Iklan

Back to Myself

Hanya ada satu sudut di dunia ini yang pasti dapat kau perbaiki, yaitu dirimu sendiri

Aldous Huxley

Jika Anda tidak puas dengan pola kehidupan Anda sekarang, itu dikarenakan Anda belum menulis tujuan dengan jelas di otak Anda

Paul Meyer

Ada dua kemungkinan alasan bagi manusia untuk berubah: mereka melihat cahaya atau mereka kepanasan

Renald Kasali